SULTENG RAYA – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, mengapresiasi kemajuan pembangunan Proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) PT Vale Indonesia Tbk di Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, yang ditandai dengan kedatangan autoclave sebagai peralatan utama pengolahan nikel, Rabu, pekan lalu.  

Menurut Reny, proyek strategis nasional tersebut tidak hanya menjadi langkah penting dalam memperkuat hilirisasi nikel nasional, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah sekitar kawasan industri.

“Kami mengapresiasi komitmen PT Vale dan para mitra yang tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang serta membuka akses bagi masyarakat terhadap berbagai fasilitas yang telah dibangun. Pendekatan seperti inilah yang kami harapkan, di mana pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Reny.

Ia menilai pembangunan kawasan industri tidak boleh hanya berorientasi pada investasi dan peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial, pemberdayaan ekonomi lokal, dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap keberadaan Proyek HPAL Sambalagi mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta menghadirkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Proyek HPAL Sambalagi sendiri dikembangkan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), perusahaan patungan PT Vale Indonesia Tbk bersama GEM Co. Ltd. dan EcoPro. Fasilitas yang berada di kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Morowali, itu dirancang memproduksi sekitar 90 ribu ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku penting industri baterai kendaraan listrik.

Kedatangan autoclave menjadi tonggak penting dalam pembangunan fasilitas tersebut karena peralatan ini merupakan inti dari proses High Pressure Acid Leaching (HPAL) untuk mengolah bijih limonit menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Selain mendukung hilirisasi mineral, proyek ini juga mengusung konsep industri rendah karbon melalui pemanfaatan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) serta rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya guna mendukung kebutuhan energi operasional.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap pengembangan kawasan industri seperti HPAL Sambalagi dapat menjadi contoh pembangunan yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. RHT