Usman menambahkan, seluruh bantuan kemanusiaan ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dipotong berkala dari penghasilan pegawai muslim PLN, yang dialokasikan khusus untuk program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna, Eko Yuwono, menyampaikan bahwa nilai kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang menyentuh masyarakat, terutama saat terjadi musibah. “Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa berjuang sendirian di masa sulit. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan dorongan semangat bagi warga terdampak,” tutur Eko.

Rasa haru dan apresiasi disampaikan oleh salah seorang penerima bantuan di Kampung Nagha I, salah seorang waga, Iin mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas kepekaan insan PLN yang langsung turun ke lapangan setelah musibah terjadi.

Melalui sinergi ini, PLN UID Suluttenggo berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh pelosok negeri, khususnya di daerah kepulauan seperti Sangihe, Sitaro, dan Talaud, sekaligus konsisten menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.*/HJ