Rektor juga meminta agar sistem penjadwalan kultum dan khatib Salat Jumat juga perlu diperhatikan. Menurutnya, para khatib yang ditugaskan harus memiliki kompetensi dan kapasitas dalam menyampaikan dakwah kepada jamaah. Sementara itu, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Palu, Mulkus Kisman, mengingatkan bahwa masjid merupakan rumah ibadah yang harus selalu terpelihara dengan baik.
“Masjid adalah tempat ibadah. Seharusnya kondisinya lebih baik daripada kamar tidur kita sendiri. Masjid harus siap melayani jamaah dan tamu, baik dari sisi kebersihan maupun fasilitasnya,” ujarnya.
Ia berharap Masjid Ulil Albab dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata rohani yang nyaman, sejuk, dan mampu menarik masyarakat untuk beribadah. Selain itu, Mulkus juga mengingatkan tentang pengelolaan keuangan masjid secara profesional dan transparan. “Setiap sumbangan perlu diumumkan secara terbuka melalui papan informasi agar kepercayaan jamaah tetap terjaga,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LP2AIK Unismuh Palu, Dr. Feri, S.Sos., M.Si, menyarankan agar Takmir Masjid rutin menggelar rapat evaluasi untuk menindaklanjuti berbagai program kerja maupun arahan pimpinan. “Minimal satu kali setiap bulan dilakukan rapat evaluasi. Selain mengevaluasi program, pertemuan rutin juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpengurus,” ujarnya.
Menanggapi berbagai arahan tersebut, Ketua Takmir Masjid Ulil Albab Unismuh Palu, Abdul Mufarik A. Marhum, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan komitmen seluruh pengurus untuk menindaklanjuti setiap masukan yang diberikan. “Insya Allah seluruh saran dan masukan telah kami catat dan akan kami tindak lanjuti. Takmir Masjid Ulil Albab memastikan ikut serta menyukseskan pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah yang akan digelar di Kota Palu pada November mendatang,” tegasnya. ENG