SULTENG RAYA — Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM secara resmi melepas para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN Mas) yang berasal dari kampus biru.

Pelepasan ini berlangsung di Aula Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unismuh Palu, Kamis (23/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prof Rajindra berpesan agar para mahasiswa dapat menjadi duta budaya yang memperkenalkan kearifan lokal Sulawesi Tengah, khususnya budaya Kaili, di lokasi pengabdian.
Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa setiap peserta KKN yang bertolak ke daerah lain seperti ke Jawa Tengah harus mampu menonjolkan identitas dan ciri khas daerah asal.
“Walaupun kita berasal dari berbagai latar belakang suku, yang harus kita perkenalkan di sana adalah budaya Kaili sebagai identitas Sulawesi Tengah,” ujarnya,
Ia mencontohkan kuliner khas seperti sayur kelor santan dan nasi jagung, serta pakaian adat dan tarian daerah Kaili yang dapat ditampilkan dalam berbagai ajang unjuk kebudayaan antar-perguruan tinggi.
Selain promosi budaya, para mahasiswa diimbau untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat setempat yang didominasi oleh warga suku Jawa. Penghormatan terhadap adat istiadat tempatan, tata krama, serta penggunaan bahasa yang santun menjadi kunci keberhasilan dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Prof Rajindra juga mengingatkan agar menjaga nama baik almamater dan marwah persyarikatan Muhammadiyah selama menjalankan program KKN.
“Jaga kekompakan dan martabat lembaga. Utamakan akhlak, berpakaian yang sopan dan santun, serta hindari perilaku yang dapat memunculkan pandangan negatif,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan peserta menjaga kesehatan fisik dengan mengatur pola tidur, tidak membiasakan diri begadang, dan memenuhi kebutuhan nutrisi selama berada di posko.
Sementara itu, Ketua LPPM Unismuh Palu, Dr. Rukhayati, S.E., M.M melaporkan sebanyak 48 mahasiswa diberangkatkan untuk mengikuti program pengabdian masyarakat yang dipusatkan di Kota Malang, Jawa Timur, di bawah koordinasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Rukhayati menjelaskan, 48 peserta yang akan mengikuti KKN MAS berasal dari berbagai fakultas di lingkungan Unismuh Palu, yakni Fakultas Agama Islam (FAI) sebanyak enam mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) enam mahasiswa, Fakultas Hukum lima mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) satu mahasiswa, Fakultas Teknik enam mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) satu mahasiswa, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sebanyak 23 mahasiswa.
Menurut Rukhayati, jumlah peserta tahun ini melampaui target yang telah ditetapkan LPPM. Awalnya, pihaknya hanya menargetkan sekitar 30 mahasiswa untuk mengikuti program tersebut, sebagaimana yang telah disampaikan dalam rapat bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).
Namun, tingginya minat mahasiswa membuat jumlah pendaftar mencapai 48 orang. “Insya Allah ini angka terbesar peserta KKN MAS yang pernah dikirim Unismuh Palu,” ujar Rukhayati.
Ia menilai tingginya animo mahasiswa tidak terlepas dari pengalaman positif yang dibagikan para peserta KKN MAS pada tahun-tahun sebelumnya. Selain memberikan pengalaman pengabdian dan pembelajaran lintas daerah, program tersebut juga membuka kesempatan membangun jejaring yang luas dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.ENG