Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Kelas III Parigi, I Wayan Widana, S.Sos, S.H, M.Si mengatakan, hasil tersebut menjadi bukti bahwa integritas aparatur di lingkungan Lapas Parigi tetap terjaga. Meski demikian, pihaknya menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun terhadap penyalahgunaan narkoba oleh petugas.
“Hasil negatif ini membuktikan integritas jajaran Lapas Parigi yang sejalan dengan komitmen pemberantasan narkoba. Kami menerapkan prinsip zero tolerance atau tanpa kompromi sedikit pun bagi petugas yang coba-coba bersinggungan dengan barang haram tersebut. Sanksi tegas menanti siapa pun yang melanggar,” tegas I Wayan Widana.
Ia menambahkan, tes urine acak seperti itu akan terus dilakukan secara insidentil guna memastikan lingkungan Lapas benar-benar bersih dan steril. Menurutnya, upaya menjaga integritas tidak cukup hanya melalui pengawasan, tetapi juga harus dibangun melalui budaya disiplin dan komitmen seluruh jajaran. Karenanya, tes urine secara berkala akan terus menjadi salah satu instrumen pengawasan internal untuk memastikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan tetap terjaga.
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, hasil pelaksanaan tes urine tersebut langsung dituangkan dalam laporan atensi yang akan disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah. Langkah itu sekaligus menjadi penegasan komitmen Lapas Kelas III Parigi dalam mendukung perang terhadap narkoba serta menjaga marwah institusi pemasyarakatan dari segala bentuk penyimpangan. AJI