Rusmadi mengatakan, dengan telah ditemukannya korban, maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup, dan unsur potensi SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Sebelumnya, Tim SAR gabungan diterjunkan dalam Operasi SAR kecelakaan kapal terhadap perahu nelayan jenis katinting yang terbalik dengan 3 orang penumpang (POB), terdiri dari 2 orang selamat dan 1 orang masih dalam pencarian, di perairan Desa Mandel, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal mengatakan, peristiwa itu laporkan pada Senin (29/6/2026) oleh kepala desa setempat Abdul Kahar. Dimana lokasi di Perairan Desa Mandel atau pada koordinat 2°00’36.52″S – 123°51’29.71″E, heading : 138° (arah selatan) dari USS Banggai Laut, jarak : 42 Nautical Mile (NM) dan estimasi waktu tempuh : ±2 jam.
Rizal menjelaskan, kronologi kejadian, pada Minggu (28/6/2026) sekira pukul 18.30 wita, jenis katinting dengan 3 orang penumpang berangkat dari Desa Mbuang-Mbuang menuju Desa Panapat. Dalam perjalanan, terjadi cuaca buruk yang mengakibatkan perahu terbalik. Dua orang penumpang berhasil diselamatkan oleh kapal KM Lapolo Express yang melintas di sekitar lokasi kejadian, sedangkan satu orang lainnya hingga saat ini masih belum ditemukan.
“Pencarian awal telah dilakukan oleh rekan-rekan korban, namun belum membuahkan hasil. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada Unit Siaga SAR Banggai Laut untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan,”jelasnya.
Data korban selamat yakni yakni Darwis (35) dan Aken (30), sementara, Irman Dulati (26) masih dalam pencarian Tim SAR. AMR