Bupati juga mengapresiasi seluruh petugas sensus yang akan melaksanakan pendataan di lapangan. Ia meminta para petugas menjunjung tinggi profesionalisme, menjaga etika, membangun komunikasi yang baik dengan responden, serta melakukan pendataan secara objektif dan bertanggung jawab.

Selain itu, Erwin mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), masyarakat, dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi usaha yang dijalankan. Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Parigi Moutong, Sunu Hari Ismawan, mengatakan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan dimanfaatkan untuk penyusunan kebijakan pembangunan, pemetaan potensi ekonomi daerah, pembinaan usaha, penyusunan kerangka survei ekonomi selama 10 tahun ke depan, serta menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pemerintah.

“Kami mohon dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong beserta jajaran pemerintah daerah, para pelaku usaha, masyarakat, dan seluruh pihak untuk mengawal pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan sensus ini,” kata Sunu.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Kabupaten Parigi Moutong. Program ini bertujuan meningkatkan tata kelola data desa agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah daerah, maupun pelaku usaha sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data.

Pada tahun 2026, terdapat tiga desa di Kecamatan Parigi Selatan yang terpilih sebagai Desa Cantik, yakni Desa Nambaru, Desa Olobaru, dan Desa Tindaki. BPS berharap program tersebut dapat mendorong terwujudnya desa yang mandiri, sejahtera, serta mampu menjadi pilar pembangunan daerah melalui pemanfaatan data yang berkualitas. AJI