Meski demikian, Disdikbud masih akan terus mengevaluasi perkembangan situasi dalam 24 jam ke depan. Jika aktivitas gempa susulan masih terjadi dengan intensitas yang mengkhawatirkan, maka kemungkinan besar kebijakan peliburan sekolah akan diperpanjang. “Untuk sementara, pelaksanaan pembelajaran diliburkan hari ini sambil melihat perkembangan kondisi hingga besok. Apabila sepanjang hari ini masih terjadi gempa susulan, maka besar kemungkinan besok juga akan kembali diliburkan,” tambah Ibrahim.

Di sisi lain, Disdikbud juga bergerak cepat melakukan pemetaan dampak gempa terhadap fasilitas pendidikan. Seluruh kepala sekolah diinstruksikan melakukan asesmen mandiri dan segera melaporkan kondisi bangunan sekolah masing-masing guna memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan warga sekolah saat aktivitas belajar kembali berlangsung.

Hingga Rabu siang, laporan kerusakan yang diterima masih sangat terbatas. Satu-satunya laporan berasal dari wilayah terpencil Kecamatan Tinombo, di mana sebuah bangunan sekolah semi permanen berbentuk rumah panggung mengalami kemiringan akibat guncangan gempa.

“Sampai dengan semalam, baru satu sekolah tersebut yang melaporkan adanya kerusakan. Untuk kondisi hari ini, saya masih menunggu laporan terbaru. Sementara itu, untuk wilayah kota hingga saat ini belum ada laporan terkait kerusakan sekolah akibat gempa yang terjadi kemarin,” pungkas Ibrahim. AJI