SULTENG RAYA – Suasana belajar di sekolah-sekolah Kabupaten Parigi Moutong mendadak berubah setelah rentetan gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut sejak Selasa (16/6/2026). Demi mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memutuskan meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar pada Rabu (17/6/2026).
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif di tengah masih terjadinya gempa susulan yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Sejak guncangan pertama terjadi, jajaran Disdikbud terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk memastikan kondisi sekolah tetap aman.
Kebijakan meliburkan sekolah lahir setelah Kepala Disdikbud berkoordinasi langsung dengan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase. Hasil koordinasi tersebut menyepakati penghentian sementara aktivitas pembelajaran guna menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan siswa saat berada di lingkungan sekolah.
“Melihat kondisi tersebut, Ibu Kepala Dinas langsung berkoordinasi dengan Bapak Bupati, dan Bapak Bupati menyetujui untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar pada hari ini,” ujar Kepala Bidang SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, saat ditemui, Rabu (17/6/2026).
Menurut Ibrahim, keputusan tersebut tidak akan berdampak terhadap pencapaian kurikulum. Pasalnya, seluruh siswa telah menyelesaikan rangkaian ujian semester dan saat ini hanya menunggu jadwal pembagian rapor yang direncanakan berlangsung pada Jumat, 20 Juni 2026. Setelah itu, peserta didik akan memasuki masa libur akhir tahun ajaran 2025–2026.