Selain persoalan tempat tinggal, keterbatasan infrastruktur dasar juga menjadi perhatian. Akses jalan yang sulit, belum meratanya jaringan listrik, hingga keterisolasian akibat minimnya layanan telekomunikasi dinilai turut memengaruhi tingginya angka kemiskinan dan anak putus sekolah. “Dinas Komunikasi dan Informatika akan menangani wilayah yang belum terjangkau sinyal, sedangkan Dinas Pendidikan akan mengevaluasi kondisi sekolah dan aksesibilitasnya,” tegas Bupati.

Bupati juga mengingatkan pentingnya validitas data sebagai fondasi perencanaan pembangunan. Ia meminta agar pemutakhiran data dilakukan secara berkala sehingga tidak terjadi kesenjangan antara kondisi di atas kertas dengan realitas yang dihadapi masyarakat.

Tim lapangan pun diminta mendokumentasikan berbagai kondisi di lokasi, baik melalui foto maupun video, sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penyusunan program lanjutan. Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berkomitmen mengalokasikan dukungan anggaran melalui perubahan APBD. Di saat yang sama, pemerintah juga tengah mengupayakan bantuan alat berat yang diharapkan dapat tiba pada akhir tahun untuk membantu pembukaan akses jalan menuju wilayah-wilayah yang masih terisolasi.

Bagi Pemerintah Daerah, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari semakin sedikitnya warga yang hidup dalam kemiskinan serta semakin banyak anak yang kembali memperoleh haknya atas pendidikan. “Kami berharap seluruh permasalahan mendasar di daerah terpencil dapat diselesaikan secara bertahap, sehingga angka kemiskinan dan jumlah anak tidak sekolah dapat terus ditekan hingga tuntas pada akhir masa jabatan kami,” pungkas Erwin.

FGD tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan di Parigi Moutong diarahkan untuk menjangkau mereka yang selama ini berada di garis terluar pelayanan. Sebab, di balik jalan-jalan terjal dan keterbatasan yang membelenggu wilayah terpencil, ada harapan masyarakat yang menanti untuk diwujudkan melalui kebijakan yang hadir secara nyata. AJI