Sekitar pukul 14.00 WITA, Fano ditemukan berada di atas sebuah rumpon dalam kondisi selamat. Meski tampak lemas dan kelelahan setelah berjam-jam bertahan di tengah laut, Fano berhasil melewati situasi yang mengancam keselamatannya. Rumpon yang ditemukannya di tengah lautan menjadi tempat berlindung hingga tim penyelamat berhasil menjangkaunya.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Anuntaloko Parigi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kasat Polairud Polres Parigi Moutong, IPTU Noldy Wiliam Sualang, mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut. “Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara personel Sat Polairud, Basarnas, Ditpolairud Polda Sulteng, TNI AL, pemerintah setempat, dan masyarakat nelayan yang bergerak cepat melakukan pencarian. Kami mengimbau seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, menggunakan alat keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut,” ujar Noldy.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian gabungan resmi dinyatakan selesai. Peristiwa ini tidak hanya menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para nelayan saat mencari nafkah di laut. AJI