Mengapa masyarakat bisa terkecoh? Visual AI memungkinkan terciptanya gambar dan adegan yang sangat realistis seolah-olah merupakan dokumentasi nyata, padahal tidak berasal dari peristiwa yang benar-benar terjadi. Kondisi ini membuat batas antara fakta dan rekayasa menjadi semakin samar dalam ruang digital, sehingga masyarakat perlu lebih waspada dalam menilai setiap informasi yang diterima.

Di sisi lain, AI juga memberikan manfaat dalam penyajian berita, seperti peta, simulasi, dan ilustrasi yang membantu masyarakat memahami suatu peristiwa dengan lebih jelas dan mudah dipahami. Namun, kemudahan ini sekaligus membuka peluang terjadinya penyalahgunaan visual yang dapat mengarah pada kesalahan pemahaman publik jika tidak disertai penjelasan yang tepat.

Dampak dari hal tersebut terlihat dari cepatnya penyebaran informasi yang tidak valid. Konten visual yang tampak meyakinkan sering memicu reaksi emosional seperti takut, marah, atau panik, terutama ketika menyangkut isu sensitif. Akibatnya, opini publik dapat terbentuk tanpa dasar fakta yang kuat, karena konten yang bersifat sensasional lebih mudah menyebar dibandingkan informasi yang akurat dan bersifat penjelasan.**