Penulis : Nur Amalia / Mahasiswa UIN Datokatama Palu

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar dalam dunia informasi, terutama dalam penyajian berita. Saat ini, gambar dan video dalam berita tidak selalu berasal dari kejadian nyata karena AI mampu menghasilkan visual yang sangat realistis dan sulit dibedakan dari dokumentasi asli. Hal ini menimbulkan tantangan baru dalam memastikan keaslian informasi yang diterima masyarakat, terutama di tengah cepatnya arus informasi digital yang terus berkembang.

Visual AI yang dimaksud mencakup berbagai bentuk, seperti  gambar digital yang dihasilkan oleh AI, ilustrasi otomatis dari data, rekayasa wajah atau objek yang tampak realistis (deepfake), serta video sintetis yang dibuat tanpa proses pengambilan gambar secara langsung di dunia nyata. Sebagai contoh, visual AI dapat menciptakan gambar seorang tokoh publik yang tampak sedang menghadiri suatu acara tertentu atau menampilkan situasi bencana di suatu wilayah, padahal peristiwa tersebut sebenarnya tidak pernah terjadi.

Bahkan, video dapat dibuat seolah-olah seseorang sedang berbicara atau melakukan tindakan tertentu meskipun hal tersebut tidak pernah dilakukan. Semua bentuk ini menunjukkan bahwa teknologi kini mampu menciptakan  visual yang  tidak  lagi bergantung  pada kejadian  nyata,  tetapi tetap  terlihat meyakinkan bagi banyak orang.

Pada umumnya gambar dan video dalam berita berfungsi sebagai pendukung suatu peristiwa untuk memperkuat informasi yang disampaikan kepada publik. Namun, dalam era AI, fungsi tersebut menjadi tidak sepenuhnya dapat diandalkan karena visual tidak selalu mencerminkan kejadian yang sebenarnya dan perlu dipahami melalui konteks serta verifikasi yang lebih hati- hati. Hal ini membuat masyarakat tidak bisa lagi menerima visual begitu saja sebagai bukti mutlak.