Menurutnya, O2SN dan FLS3N menjadi sarana penting untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi nonakademik peserta didik sejak usia dini. “Anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa. Tidak semua harus menjadi sarjana atau magister untuk sukses. Ada yang berhasil melalui bakat olahraga dan seni yang mereka tekuni,” katanya.
Ia bahkan mencontohkan salah satu atlet asal Parigi Moutong bernama Noval yang berhasil meraih kehidupan lebih baik melalui prestasi di bidang atletik. Kisah tersebut, menurut Sunarti, menjadi bukti bahwa bakat yang diasah dengan serius dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Sunarti juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta didik dalam mengembangkan bakat dan kemampuan mereka. Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, ia tetap mengapresiasi seluruh satuan pendidikan yang terus aktif mengirimkan peserta.
Namun demikian, ia juga menyoroti masih adanya kecamatan yang belum berpartisipasi dalam FLS3N dan meminta hal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama. “Jangan sampai anak-anak yang sudah menyiapkan diri dan memiliki potensi justru kehilangan kesempatan karena tidak difasilitasi oleh sekolah atau gurunya,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur, yang hadir mewakili Bupati Parigi Moutong, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan juri, tenaga pendidik, pendamping, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, O2SN dan FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik di bidang olahraga, seni, dan sastra.
Melalui O2SN, kata dia, peserta didik belajar tentang kerja keras, disiplin, ketekunan, dan sportivitas. Sedangkan melalui FLS3N, siswa dilatih mengekspresikan kreativitas, memperkuat kepekaan rasa, melestarikan budaya, serta membangun karakter yang berakhlak.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar terus belajar, berlatih, dan tidak takut bermimpi besar. Kepada para juara, ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Adrudin meminta agar tidak berkecil hati karena setiap proses merupakan bagian dari pembelajaran untuk menjadi lebih baik di masa depan. AJI