Terkait lokasi pelaksanaan KKN, Nasir menyebut akan di fokuskan ke desa-desa binaan. Mengingat kampus ini memiliki beberapa desa binaan, diantaranya   Desa Porame, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi dan Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Selain itu, kampus ini juga memiliki MoU dengan Pemerintah Kota Palu, sehingga besar kemungkinan peserta KKN juga akan diarahkan sebagian di dalam Kota Palu. “Secara teknisnya nanti akan kami lihat, apakah semua ke desa binaan di luar Kota Palu, atau ada sebagian yang diarahkan ke dalam kota,”ujar Nasir.

Nasir juga mengungkapkan, jika peserta KKN tetap berposko di dalam kampus sebagaimana yang dilakukan oleh peserta KKN angkatan sebelumnya, meski angkatan kali ini program kerjanya sebagian besar aplikasinya di desa binaan. Hal ini dilakukan dengan dasar pertimbangan anggaran. “Jika mereka berposko di luar kampus berada di desa binaan dipastikan biayanya besar, namun berbeda jika mereka tetap berada di dalam kota dan di dalam kampus, toh juga jarak antara kampus dengan desa binaan masih relatif dekat,”jelas Nasir.

Di sisi lain, waktu pelaksanaan KKN Tematik ini lebih singkat dari pada KKN Reguler. KKN Reguler selama ini dijalankan selama dua bulan, sementara KKN Tematik hanya  satu setengah bulan. “Ini lebih singkat dari pada KKN Reguler, kita berharap ini dapat berjalan dengan baik dan betul-betul bisa memberi dampak pada masyarakat,”harap Nasir. ENG