Menurut wali kota, kegiatan seperti ini sangat menarik dan perlu terus dikembangkan ke depan. Wali kota bahkan menggagas ide untuk menggelar kegiatan yang lebih luas seperti pekan olahraga khusus buruh yang dirangkaikan dengan workshop peningkatan kapasitas.
“Harapannya kita bisa berkumpul lebih banyak lagi. Mungkin ke depan kita buat pekan olahraga khusus untuk buruh, sehingga silaturahim semakin baik. Di sana juga bisa diisi dengan workshop penguatan kapasitas, termasuk pemahaman terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan,” ungkap wali kota.
Selain itu, wali kota juga menekankan pentingnya menghadirkan pelaku usaha dalam forum-forum seperti ini guna memperkuat kolaborasi dan komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. “Kita ingin komunikasi tidak buntu. Saya yakin komunikasi di Kota Palu tidak buntu karena kita membuka ruang seluas-luasnya, bahkan sejak pukul 05.30 pagi di kediaman wali kota, masyarakat bisa menyampaikan keluh kesahnya,” jelas wali kota.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga menyinggung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai, khususnya terkait peningkatan take home pay, meskipun dihadapkan pada keterbatasan regulasi, di mana belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari anggaran.
Lebih lanjut, Wali Kota Hadianto turut menegaskan pentingnya peran Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit sebagai wadah komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Kegiatan talkshow ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Kota Palu, serta mendorong peningkatan kesejahteraan para pekerja secara berkelanjutan. ABS