RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) , mencatat, inflasi year on year (yoy) Kota pada Oktober 2023 sebesar 2,27 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 117,58.

Kepala BPS Kota Palu, G A Nasser, mengatakan, inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Adapun kelompok tersebut, antara lain kelompok makanan, minuman dan tembakau 6,6 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,92 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,89 persen, kelompok kesehatan 0,59 persen, kelompok transportasi 0,29 persen, kelompok , komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen.

“Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 5,12 persen, kelompok pendidikan 0,25 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,35 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,48 persen. Sebaliknya, terjadi penurunan indeks harga pada kelompok pakaian dan alas kaki 0,68 persen,” sebutnya, Kamis (2/11/2023).

Sementara, untuk komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi yoy Oktober 2023 terhadap Oktober 2022, yakni 1,25 persen, kontrak rumah 0,32 persen, rokok kretek filter 0,24 persen, rokok putih 0,12 persen, tarif parkir 0,12 persen, buku tulis bergaris 0,07 persen, sepeda 0,06 persen, emas perhiasan 0,06 persen, bawang putih 0,05 persen, serta cabai merah 0,03 persen.

“Untuk, komoditas yang memiliki andil negatif terhadap yoy, yaitu ikan selar/ikan tude 0,25 persen, bahan bakar rumah tangga 0,15 persen, angkutan udara 0,13 persen, ikan cakalang/ikan sisik 0,09 persen, ikan layang/ikan benggol 0,06 persen, bawang merah 0,05 persen, semen 0,04 persen, kerudung/jilbab 0,04 persen, handbody lotion 0,04 persen, serta telur ayam ras 0,04 persen.ULU