SULTENG RAYA – Yamaha Racing Indonesia terus berkomitmen melakukan pembinaan buat para
pembalap di tingkat nasional hingga internasional.
Djanoko Mahija Aribowo pun mendapatkan kesempatan berkompetisi dengan pembalap negara-negara lain. Rider muda berusia 14 tahun itu ambil bagian dalam YZ BLU CRU FIM Europe Cup SuperFinale akhir pekan lalu.
Kejuaraan motocross menggunakan Yamaha YZ125 itu merupakan ajang support, bagian dari Monster
Energy FIM Motocross of Nations (MXoN). Djanoko Mahija Aribowo jadi peserta YZ BLU CRU FIM Europe
Cup SuperFinale yang digelar di MX Track of Moto Club Iffendic & Circuit Raymond Demy Moto Club Ernée Prancis, 3-4 Oktober 2026.
Djanoko Mahija Aribowo merasakan pengalaman perdana tampil di kejuaraan level dunia. Dia ikut dalam
latihan sekaligus kualifikasi yang diadakan Sabtu. Pada sesi tersebut dia terjatuh pada lap 2 akibat
menghindar dari pembalap lain di depannya.
Tidak mendapatkan time, akhirnya dia start paling belakang. Saat race juga terkena hambatan technical problem pada motor YZ125 yang dipakai mengakibatkan DNF lap ke-2.
Tetap bersemangat, dia mengambil banyak manfaat dari kejuaraan ini untuk langkah-langkah selanjutnya.
“Terimakasih Yamaha Indonesia untuk kesempatan mengikuti kejuaraan YZ BLU CRU FIM Europe Cup
SuperFinale. Saya sangat senang memperoleh pengalaman berharga ini. Walaupun ada kendala pada
motor, tapi saya sudah merasakan atmosfer jadi bagian dari kejuaraan internasional. Juga pembelajaran
positif untuk step berikutnya. Experience ini berkesan buat saya,” kata Djanoko Mahija Aribowo.
Sementara, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi mengatakan, upaya Yamaha Racing Indonesia buat para pembalap selalu dijalankan dengan konsisten, menyatukan berbagai aspek guna mendukung perjalanan bertahap meraih prestasi.
“Edukasi berjenjang juga kami berikan untuk pembalap di trek offroad. Djanoko Mahija Aribowo memiliki potensi, dia sudah beberapa kali
juara di tingkat nasional,” ucapnya.
“Kali ini kami mengirimkan dia balapan internasional untuk memberikannya experience berkompetisi dengan rider dari berbagai negara lain. Sekaligus mengasah skill dan menempa mental sedari muda, sehingga akan terbiasa menghadapi persaingan yang lebih ketat bertarung di Eropa,” tambah Wahyu Rusmayadi.*/HJ