SULTENG RAYA – Mengajarkan anak untuk disiplin tidak selalu harus dengan teguran, bentakan, apalagi hukuman. Anak justru membutuhkan orang dewasa yang mampu membimbingnya memahami emosi, mengenal batasan, dan belajar memperbaiki perilakunya.
Pesan tersebut mengemuka dalam TAMASYA di KERABAT seri 29 secara daring, belum lama ini dengan tema “Mengasuh dengan Cinta, Membangun dengan Positif: Membangun Disiplin Anak Sejak Usia Dini.”
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., M.M., menegaskan bahwa anak merupakan investasi penting bagi masa depan keluarga, bangsa, dan negara. Karena itu, kualitas pengasuhan sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membentuk tumbuh kembang dan karakter anak.
Sejalan dengan hal tersebut, narasumber ahli psikolog, Hendrijete N. Nuda, S.Psi., M.M., menjelaskan bahwa disiplin positif bukan berarti membiarkan anak melakukan apa saja. Anak tetap membutuhkan aturan dan batasan, tetapi prosesnya diarahkan untuk mengajarkan, bukan menakut-nakuti atau mempermalukan anak.
Dengan pendekatan ini, anak belajar memahami kesalahan, memperbaiki perilaku, dan membangun keterampilan yang akan berguna dalam jangka panjang.
