Menurutnya, orang dewasa juga perlu melihat perilaku anak secara lebih utuh. Anak yang menangis, rewel atau sulit mengikuti aturan belum tentu sekadar “nakal”. Bisa jadi anak sedang lapar, lelah, takut, sedih, frustrasi, membutuhkan perhatian, atau memang belum memiliki kemampuan untuk memahami tuntutan orang dewasa.

“Perilaku adalah petunjuk, bukan hanya masalah,”jelasnya.

Dalam praktiknya, orang tua dan pengasuh dapat menerapkan tiga langkah sederhana: Tenang, Terhubung dan Ajarkan. Orang dewasa perlu menenangkan diri sebelum merespons, memahami dan mengakui emosi anak, kemudian mengajarkan cara yang tepat untuk menyampaikan kebutuhan atau menghadapi situasi tersebut.

Pendekatan ini mengingatkan bahwa anak tidak dilahirkan untuk langsung tahu cara bersikap. Mereka belajar mengelola emosi dari orang dewasa yang membantu menenangkan dirinya, belajar berkomunikasi dari orang yang mau mendengarkan, dan belajar memperbaiki kesalahan dari orang dewasa yang membimbing, bukan mempermalukan. AMR