SULTENG RAYA-Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah (Sulteng) Muh. Amin Parakkasi, S. Ag., M.H.I. meminta kepada para Panitia Penerimaan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Sulawesi Tengah untuk meluruskan niat dan mengiklaskan diri untuk berkorban memberikan yang terbaik pada kegiatan tersebut.

Hal itu disampaikan pada rapat perdana Panitia Penerimaan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Aula Rektorat Unismuh Palu, Kamis (3/9/2026) sore.

Katanya, kegiatan Tanwir jangan dibayangkan seperti panitia 17 Agustus, kegiatan ini cukup berat karena berlangsung lebih dari satu hari, serta tidak hanya menghadirkan peserta Tanwir dari 38 provinsi di Indonesia, melainkan juga akan menghadirkan orang nomor satu di negeri ini.

Ia menyebut, ini adalah sebuah perjuangan yang akan berdampak besar kedepan. Sekaligus ini adalah Tanwir perdana yang dilaksanakan di Sulawesi Tengah. “Kita adalah pelaku sejarah, ini yang pertama kalinya dilakukan di Sulteng. Untuk itu fokus pada tugas dan tanggungjawab masing-masing,”pesan Amin Parakkasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Penerimaan Tanwir Muhammadiyah 2026, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM menyampaikan, jika penunjukan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah pelaksanaan Tanwir 2026 merupakan sebuah kehormatan bagi Warga Muhammadiyah Sulawesi Tengah.

“Ini adalah sebuah kehormaran bagi Muhammadiyah Sulteng, karena kita diberi amanah sebagai penerima tamu Tanwir, sebuah kegiatan yang sangat strategis, karena segala yang dibahas di Muktamar ke-49 di Medan pada Tahun 2027 diputuskan di Tanwir ini,”ujar Prof Rajindra.

Di kesempatan tersebut, Prof Rajindra juga mengingatkan kepada para Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 agar mempersiapkan diri melakukan pengukuhan pada Hari Sabtu, 5 September 2026, di GBK Rusy Toana, Kompleks Unismuh Palu. ENG