SULTENG RAYA – Pemerintah Kabupaten Kolaka terus memperkuat kualitas layanan kesehatan dengan meningkatkan kapasitas tenaga medis sekaligus memenuhi kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Sri Raoda Buna mengatakan, penguatan sumber daya manusia kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Vale Indonesia Tbk, salah satunya lewat program pelatihan dan sertifikasi Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Batch II bagi tenaga kesehatan.
“Pelatihan peningkatan kapasitas SDM yang didukung PT Vale sangat membantu kami karena peserta dapat mengikutinya tanpa dikenakan biaya,” kata Sri Raoda saat kegiatan BTCLS di Gedung Lantai 4 RSUD Benyamin Guluh, Kolaka, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi semakin penting mengingat kebutuhan penanganan kasus kegawatdaruratan di fasilitas pelayanan kesehatan cukup tinggi.
Selain peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, Pemkab Kolaka juga menggandeng PT Vale untuk memperkuat ketersediaan dokter spesialis di daerah.
Sri Raoda mengungkapkan, pemerintah daerah telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Vale terkait bantuan pendidikan bagi empat dokter spesialis dasar.
Keempat bidang tersebut yakni spesialis anak, obstetri dan ginekologi, bedah, serta penyakit dalam. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter tersebut akan mengabdi di RSUD Tipe D Wasa Wisa Benggali, Kecamatan Pomalaa.
“Kami telah menandatangani nota kesepahaman untuk bantuan pendidikan empat dokter spesialis dasar. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter tersebut berkomitmen untuk mengabdi di RSUD Wasa Wisa Benggali,” ujarnya.
Sri Raoda menilai dukungan tersebut dapat membantu pemerintah daerah mempercepat kesiapan layanan kesehatan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis spesialis.
Kolaborasi juga dilakukan dalam pemenuhan sarana kesehatan. PT Vale menyalurkan hibah alat kesehatan yang sebelumnya dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.
Koordinasi tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar sesuai kebutuhan prioritas serta menghindari terjadinya pembiayaan ganda dengan pengadaan yang menggunakan APBD.
“Koordinasi ini penting agar bantuan dapat memenuhi kebutuhan prioritas sekaligus mencegah terjadinya pembiayaan ganda,” jelasnya.
Sementara itu, melalui program Sustainable Medical Health dalam Program Sosial dan Lingkungan bertema “Kolaka Sehat, Inklusif, dan Berdaya”, PT Vale juga melaksanakan BTCLS Batch II yang diikuti 33 tenaga kesehatan.
Pelatihan berlangsung selama enam hari dengan metode hybrid, terdiri dari tiga hari teori secara daring dan tiga hari praktik.
Dengan pelaksanaan Batch II, sekitar 60 tenaga kesehatan di wilayah pemberdayaan PT Vale telah mengikuti program BTCLS.
Program tersebut rencananya dilanjutkan melalui pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS) dan BTCLS Batch III pada November 2026.
Kolaborasi antara Pemkab Kolaka, fasilitas kesehatan, dan dunia usaha ini diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah, baik dari sisi kompetensi tenaga medis, ketersediaan dokter spesialis maupun pemenuhan sarana kesehatan. RHT
