SULTENG RAYA – Peredaran narkoba yang kian meresahkan menjadi persoalan paling banyak disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Parigi Moutong, Drs H. Suardi.
Keluhan itu diungkapkan warga saat Suardi melaksanakan reses masa persidangan III tahun kedua Tahun Anggaran 2026. Selama empat hari, 21–24 Juli 2026, Suardi menyerap aspirasi masyarakat di Desa Lebo, Kecamatan Parigi, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Barat, serta Desa Sausu Tambu, Kecamatan Sausu.
Dari berbagai persoalan yang disampaikan warga, ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba menjadi isu yang paling dominan. Menurut Suardi, masyarakat menilai peredaran narkoba di Parigi Moutong sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Bahkan, warga mengaku khawatir karena penyalahgunaan narkoba tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi mulai merambah lingkungan pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. “Masyarakat menyampaikan kepada saya bahwa tidak ada gunanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika narkoba masih bebas beredar. Generasi muda yang ingin diselamatkan justru terancam oleh narkotika,” ujar Suardi, Minggu (26/7/2026).
Ia mengatakan, warga juga mengaitkan maraknya kasus pencurian dengan tingginya penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Karenanya masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, semakin serius menindak para pelaku peredaran gelap narkotika. “Para pengedar dan bandar narkoba harus digulung. Pemberantasannya tidak boleh setengah-setengah, tetapi harus sampai ke akar-akarnya agar masyarakat benar-benar merasa aman,” tegas Suardi menyampaikan aspirasi masyarakat.