SULTENG RAYA – Suasana tegang masih terasa di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi pasca gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6/2026). Di tengah kekhawatiran akan kemungkinan gempa susulan, tenaga kesehatan tetap berjibaku memastikan pelayanan kepada pasien tidak terhenti.
Sesaat setelah gempa mengguncang, sejumlah pasien dievakuasi ke area yang dianggap lebih aman. Selasar rumah sakit mendadak dipenuhi ranjang pasien, sementara tenaga medis terus memberikan perawatan meski dalam situasi darurat. Namun, seiring kondisi yang mulai terkendali, sebagian pasien kini telah kembali ke ruang perawatan masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan normal dan aman. Menurutnya, seluruh petugas tetap siaga untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus menjaga keberlangsungan layanan medis. “Untuk sementara, beberapa pasien yang sebelumnya berada di selasar rumah sakit telah kembali ke ruang perawatan masing-masing. Secara umum kondisi saat ini masih aman dan terkendali,” ujar Irwan saat dikonfirmasi, Selasa malam (16/6/2026).
Di tengah upaya pemulihan pascagempa, manajemen rumah sakit tidak ingin mengambil risiko. Tim teknis langsung diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh bangunan dan fasilitas rumah sakit guna memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan pasien maupun petugas. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan kerusakan struktural yang signifikan. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat aktivitas gempa susulan masih mungkin terjadi.