Sebagai langkah antisipasi, RSUD Anuntaloko segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong. Hasilnya, sebuah tenda darurat didirikan di area parkir rumah sakit untuk digunakan sebagai lokasi evakuasi sementara apabila situasi kembali mengharuskan pemindahan pasien. “BPBD telah memasang tenda darurat di area parkir rumah sakit sebagai lokasi evakuasi sementara apabila sewaktu-waktu terjadi gempa susulan, demi memastikan keselamatan pasien, keluarga pasien, dan seluruh tenaga kesehatan,” jelas Irwan.
Pantauan wartawan Sulteng Raya pada Selasa malam menunjukkan aktivitas pelayanan kesehatan masih berlangsung di sejumlah titik. Di selasar rumah sakit, deretan ranjang pasien masih terlihat berjajar. Beberapa pasien yang masih terpasang alat medis tetap mendapatkan penanganan intensif dari tenaga kesehatan.
Para perawat tampak hilir mudik memeriksa kondisi pasien, mengganti cairan infus, hingga memastikan berbagai alat bantu medis tetap berfungsi dengan baik. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata dedikasi tenaga kesehatan yang tetap bekerja di tengah situasi penuh kewaspadaan.
Gempa yang mengguncang wilayah Parigi Moutong memang sempat menimbulkan kepanikan. Namun, kesiapsiagaan petugas medis, manajemen rumah sakit, serta dukungan BPBD membuat pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa gangguan berarti. Di tengah ketidakpastian akibat bencana alam, RSUD Anuntaloko berupaya memastikan satu hal yang tidak boleh terhenti yakni pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. AJI