SULTENG RAYA – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan para alumni jemaah haji Kloter 11 Tahun 2025 asal Kabupaten Parigi Moutong yang menggelar reuni perdana di Kota Parigi, Sabtu (30/5/2026). Bagi mereka, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan momentum untuk kembali mengenang perjalanan spiritual yang pernah dilalui bersama di Tanah Suci.

Tergabung dalam wadah Alumni Armuzna 2025, yang merujuk pada rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, sebanyak 57 haji dan hajjah kembali berkumpul setelah hampir setahun berpisah sejak menunaikan ibadah haji.

Kegiatan diawali dengan jalan santai yang mengambil rute dari Cafe Rainbow menuju kawasan Pasar Baru Parigi sebelum kembali ke titik awal. Sepanjang perjalanan, canda dan tawa para alumni mewarnai suasana, seolah mengulang kembali kebersamaan yang pernah mereka rasakan saat menjalani ibadah di Tanah Suci.

Setelah jalan santai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, ceramah agama, doa syukuran dan tahlilan, pertukaran cenderamata hingga hiburan yang semakin mempererat ikatan persaudaraan di antara para peserta.

Ketua Panitia Pelaksana, Hj. Iyut H. Moh. Thaher, mengatakan reuni tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan sejak kepulangan jemaah haji Kloter 11 Tahun 2025. Menurutnya, kegiatan ini lahir dari kerinduan untuk kembali bersua sekaligus menjaga hubungan yang telah terjalin selama menjalani ibadah haji. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan mempererat ukhuwah antar sesama alumni Kloter 11 jemaah haji tahun 2025,” ujarnya dalam laporan panitia.

Kebersamaan yang terjalin selama berada di Tanah Suci memang meninggalkan kesan mendalam bagi para alumni. Hal itu tergambar saat pimpinan rombongan Kloter 11 Parigi Moutong, H. Darsono, diminta menyampaikan kesan dan pesan. Ia mengajak para alumni mengenang kembali berbagai pengalaman yang dilalui bersama, mulai dari kisah-kisah yang mengundang tawa hingga momen-momen haru yang penuh perjuangan.

Menurut Darsono, perjalanan ibadah haji bukan hanya tentang pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga tentang bagaimana para jemaah belajar saling membantu, memahami perbedaan karakter, dan membangun persaudaraan yang kuat dalam situasi yang tidak selalu mudah.

Ia berharap hubungan silaturahmi yang telah terbangun selama menjalankan ibadah haji tidak berhenti setelah kembali ke tanah air. Terlebih, di Kabupaten Parigi Moutong telah terdapat wadah berhimpun para alumni haji melalui Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).