Dari sisi sumber daya manusia, Rektor menyampaikan bahwa tenaga pengajar yang dipersiapkan dinilai telah mendekati kebutuhan, meskipun penambahan tenaga pengajar, termasuk dari luar universitas, masih diperlukan. Sementara itu, pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran akan terus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan.
“Jadi sekarang ini tidak harus juga kita 100 persen lengkap. Dengan keberadaan yang ada sekarang ini dianggap sudah layak untuk membuka, dan juga kita mencari termasuk misalnya rumah sakit mitra yang bisa memberikan dukungan,” ungkapnya.
Selain penguatan kemitraan akademik, Untad juga terus mengembangkan fasilitas pendukung pendidikan, termasuk Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Tadulako. Rektor berharap dukungan kementerian dapat terus diperkuat, baik dalam pemenuhan sumber daya manusia maupun kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang proses pendidikan kedokteran gigi.
Pengembangan FKG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah. Pembukaan fakultas baru dirancang melalui mekanisme bertahap yang disertai pembinaan dan evaluasi berkelanjutan agar penyelenggaraan pendidikan dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, kemitraan antara FKG baru dan fakultas pembina menjadi salah satu aspek penting. Melalui mekanisme sister faculty dan berbagi sumber daya (resource sharing), perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik sekaligus mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan kesehatan bersama fasilitas pelayanan kesehatan serta pemerintah daerah. *ENG