“Bismillah kami kembali akan menjadi rival sahabat, bukan rival musuh, tapi rival sahabat untuk kemudian kami akan sinergi sama-sama,” ujarnya.

Adapun Prof. Amar menyebut keputusannya kembali mendaftar sebagai ikhtiar melanjutkan pengabdian dan menuntaskan sejumlah program yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya. Menurutnya, masa kepemimpinan empat tahun relatif singkat untuk merealisasikan seluruh program pengembangan institusi.

Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan pengembangan Untad dengan dinamika global, kemajuan teknologi, serta kebutuhan masyarakat dan dunia industri agar program akademik tetap relevan dengan tantangan zaman.

Prof. Amar mengajak seluruh sivitas akademika menjaga keamanan, kedamaian, dan kondusivitas selama proses Pilrek. Momentum ini, menurutnya, harus menjadi kesempatan memperkuat kebersamaan dan partisipasi positif demi kemajuan universitas.

Sesuai jadwal, rapat Senat Penjaringan Bakal Calon Rektor berlangsung pada 16 November 2026, dilanjutkan pengumuman dan sosialisasi bakal calon pada 16–20 November serta rapat Senat Penyaringan pada 23 November. Tiga nama calon akan disampaikan kepada Menteri pada 24–27 November, sedangkan pemilihan di tingkat senat dijadwalkan 7 Desember 2026.

Penetapan dan pelantikan rektor terpilih menyesuaikan jadwal kementerian. Dengan pendaftaran masih berlangsung hingga 10 November, jumlah bakal calon berpeluang bertambah. Panitia berharap seluruh tahapan Pilrek Untad periode 2027–2031 berjalan sesuai ketentuan dengan tetap menjaga suasana akademik yang kondusif. *ENG