“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Personel kami sudah berada di lokasi untuk membantu masyarakat, melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Ansaruddin.

Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas. Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun wilayah yang memiliki risiko terdampak banjir diminta tidak menunggu kondisi memburuk untuk melakukan evakuasi.

“Jika kondisi air kembali naik atau terdapat tanda-tanda tanggul kembali jebol, masyarakat agar segera mengamankan diri dan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman. Jangan memaksakan diri bertahan di lokasi apabila situasi sudah membahayakan,” tegasnya.

Selain penanganan darurat, Ansaruddin mendorong pemerintah desa bersama instansi terkait segera mengambil langkah lanjutan. Perbaikan tanggul, pembersihan saluran drainase dan normalisasi aliran air dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir kembali terjadi. “Koordinasi dan kewaspadaan bersama sangat diperlukan. Bhabinkamtibmas juga kami arahkan untuk aktif memberikan imbauan dan informasi peringatan dini kepada masyarakat di wilayah binaannya,” jelasnya.

Personel Polsek Ampibabo hingga Minggu siang masih melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait untuk menangani dampak banjir dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan. Polres Parigi Moutong mengimbau masyarakat agar tidak panik, mengikuti informasi dan arahan petugas, serta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi lain yang berpotensi mengancam keselamatan.

Di tengah lumpur yang masih menutup sebagian jalan dan rumah warga yang membutuhkan pembersihan, respons cepat menjadi bagian penting dari penanganan bencana. AJI