SULTENG RAYA– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menorehkan capaian dalam Fortune Indonesia 100 2026.
Untuk kelima kalinya secara berturut-turut, BRI mempertahankan predikat Top Fortune 100 Indonesia, sekaligus meraih tiga predikat lainnya, yakni Highest Net Profit, Biggest Company by Asset, dan Biggest Company by Market Cap.
Mengutip publikasi resmi Fortune Indonesia 100, pemeringkatan tersebut didasarkan pada sejumlah indikator utama, antara lain pendapatan, laba bersih, aset, ekuitas, dan kapitalisasi pasar.
Konsistensi BRI di posisi teratas sektor keuangan ini pun mencerminkan kekuatan fundamental dan skala bisnis perseroan yang terus terjaga. Capaian tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi BRI untuk terus memperkuat kualitas pertumbuhan dan daya saing di tengah dinamika industri keuangan yang semakin kompetitif.
Atas capaian ini, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah BRI serta pekerja BRI atau Insan BRILiaN atas kepercayaan dan kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung perjalanan transformasi perseroan.
“Di tengah dinamika lanskap industri keuangan, BRI terus mempertajam arah transformasi melalui BRIvolution Reignite. Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat mesin pertumbuhan perseroan secara menyeluruh, mulai dari struktur pendanaan, kapabilitas digital, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan sumber-sumber pertumbuhan baru guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery.
BRIvolution Reignite sendiri menjadi langkah BRI untuk semakin mengokohkan posisi sebagai institusi keuangan yang kuat, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pasar. Terdapat dua pilar utama yang didukung oleh enam enabler sebagai penggerak perubahan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pertama, Pilar Transform the Funding Franchise diarahkan untuk memperkuat struktur pendanaan BRI agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah melalui penguatan CASA serta peningkatan kapabilitas transaction banking.
Sementara itu, pilar Revamp Existing Core and Build New Core difokuskan untuk memperkuat penyaluran kredit mikro (bisnis inti) sekaligus membangun mesin pertumbuhan consumer banking, sebagaisumber pertumbuhan baru yang mampu menjawab kebutuhan nasabah dan dinamika industri.
“BRIvolution Reignite kami jalankan untuk memastikan BRI tidak hanya tumbuh semakin besar, tetapi juga semakin kuat dan produktif. Transformasi dilakukan secara menyeluruh pada mesin bisnis maupun organisasi agar setiap potensi yang dimiliki BRI dapat dikonversi menjadi pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” lanjut Hery.
Terkait kinerja BRI, hingga akhir triwulan II 2026, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis yang diiringi penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% yoy, terutama ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2% yoy menjadi Rp1.646 triliun.
Penguatan fundamental tersebut turut menopang kemampuan BRI dalam menghasilkan imbal hasil yang solid. ROA BRI tetap terjaga pada kisaran 2,7%, sementara Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6% pada triwulan II 2025 menjadi 18,8% pada triwulan II 2026.
Capaian kinerja tersebut berjalan beriringan dengan pengakuan terhadap posisi BRI di tingkat nasional dan regional. Selain mencatatkan capaian dalam Fortune Indonesia 100 2026, BRI menempati peringkat pertama di antara perusahaan sektor finansial asal Indonesia dalam Fortune Southeast Asia 500 2026, sekaligus berada di posisi ke-14 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara.
Posisi tersebut menempatkan BRI dalam jajaran korporasi utama di kawasan Asia Tenggara, bersama sejumlah perusahaan besar regional seperti Olam Group dari Singapura, Petrovietnam dari Vietnam, Top Frontier Investment dari Filipina, dan Sea dari Singapura. Capaian tersebut menunjukkan daya saing BRI yang semakin kuat di tengah dinamika industri keuangan dan persaingan global yang terus berkembang. RHT
