Hal senada disampaikan salah seorang Anak Binaan, MR, yang mengaku kegiatan yasinan memberikan ketenangan sekaligus motivasi untuk memperbaiki diri. “Kegiatan yasinan ini sangat berarti buat kami. Selain membuat hati lebih tenang selama menjalani masa pembinaan, bisa berdoa bersama Bapak-bapak petugas membuat kami merasa dirangkul dan semakin semangat untuk berubah jadi lebih baik,” ungkap MR.
Sementara itu, Kepala LPKA Palu, Welli, menegaskan bahwa pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada pendidikan dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keimanan Anak Binaan.
“Program Yasinan Malam Jumat ini adalah bagian penting dari strategi pembinaan kerohanian di LPKA Palu. Kami ingin memastikan bahwa selama menjalani masa pembinaan, Anak Binaan tidak hanya mendapatkan bekal keterampilan, tetapi juga memiliki fondasi keimanan dan ketakwaan yang kuat,” ungkap Welli.
Kebersamaan antara petugas dan Anak Binaan dalam kegiatan tersebut turut mempererat hubungan serta menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif. Kegiatan ditutup dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan doa hajat dan doa keselamatan. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib dan khusyuk.
Melalui kegiatan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin, LPKA Palu berharap Anak Binaan dapat memiliki karakter yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai keimanan, serta siap kembali ke tengah masyarakat.*/YAT
