Menurut wali kota, salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat satuan tugas yang telah ada sekaligus membangun kesadaran masyarakat melalui keluarga. “Langkah yang terus kita ambil adalah menguatkan satuan tugas yang sudah ada, kemudian terus membangun penyadaran lewat keluarga melalui program Sekolah Khusus Keluarga,” ungkap wali kota.
Selain itu, Pemerintah Kota Palu juga mendorong peran RT dan RW untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan masing-masing. Upaya tersebut juga diperkuat melalui keberadaan Satgas Pancasila yang melibatkan unsur TNI, kepolisian, serta berbagai satuan tugas lainnya.
“Semoga ini bisa mengawal masyarakat kita, karena semua ini sangat bergantung pada kekuatan sebuah rumah tangga. Kalau keluarga kita menjaga anak-anak kita dengan baik dan menjaga hal-hal yang menjurus kepada hal yang tidak baik, saya pikir ini akan terjaga,” kata wali kota.
Wali Kota juga mengapresiasi program Jaksa Masuk Sekolah yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Palu. Menurut wali kota, program tersebut memiliki potensi untuk dikolaborasikan dengan program Sekolah Khusus Keluarga yang dikembangkan Pemerintah Kota Palu.
Wali kota menilai edukasi mengenai hukum penting diberikan sejak dini, baik kepada anak-anak maupun masyarakat secara luas. “Nanti bisa kita edukasi masyarakat terkait masalah hukum. Itu juga sudah bisa kita masukkan sebagai modul,” ujar wali kota.
Lebih lanjut, Wali Kota berharap generasi muda Kota Palu dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, memiliki kesadaran hukum, serta mampu melihat narkotika sebagai sesuatu yang negatif dan harus dijauhi.
Wali kota menegaskan bahwa persoalan narkotika dan berbagai tantangan sosial lainnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saat ini, tetapi juga merupakan tantangan bagi generasi mendatang. “Kalau mereka menginginkan tantangan ke depan itu tidak menjadi sebuah tantangan akumulatif, maka hari ini mereka harus mampu menjaga kotanya sejak dini, agar tidak menjadi beban mereka di kemudian hari,” pungkas wali kota. ABS
