Sementara itu, Gubernur Sulteng melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M., mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sulteng untuk mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, potensi sumber daya alam yang dimiliki Sulteng harus dapat dibaca sebagai peluang usaha oleh pengurus Koperasi Merah Putih. Selain mengoptimalkan potensi lokal, koperasi juga didorong melakukan digitalisasi dalam pengelolaan dan pelayanan.
Kegiatan ini sendiri diikuti anggota dan pengurus koperasi di Kota Palu, pengawas serta pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari Kabupaten Sigi dan Donggala, serta pelaku UMKM di Kota Palu.
Peringatan Hari Koperasi tahun ini mengusung tagline “Berani Berkoperasi Sulteng Nambaso”, dengan tema besar “Revitalisasi Koperasi Menuju Pasal 33 UUD 1945 yang Berkeadilan Sosial” dan tema kecil “Kepastian Gerakan Koperasi untuk Mengelola Sumber Daya Alam Berdasarkan Hukum dan Keadilan”.
Usai peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Provinsi Sulteng tahun 2026, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop yang menghadirkan sejumlah pemateri, yakni akademisi Universitas Tadulako (Untad) Dr. Syamsul Bahri, S.E., M.Si., Ketua Dekopinwil Sulteng Dr. Abd. Malik Bram, S.H., M.H., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulteng H. Sumarno, S.E., serta perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulteng, Muhammad Sadri. ENG
