Potensi tersebut, lanjut Anindya, semakin terbuka dengan meningkatnya konektivitas internasional. Ia menyinggung adanya penerbangan langsung dari China ke Sulawesi Tengah yang disebutnya saat ini mencapai dua penerbangan setiap hari dan direncanakan bertambah.
Menurut dia, peningkatan konektivitas tersebut berpotensi mendorong lonjakan aktivitas perdagangan dan ekonomi daerah. Selain sektor pertanian dan perkebunan, Anindya juga melihat sektor perikanan memiliki prospek besar mengingat posisi geografis Sulawesi Tengah yang memiliki wilayah teluk dan laut yang luas.
Anindya menegaskan, dunia usaha memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian. Karena itu, Kadin di daerah dituntut mampu membangun ekosistem yang memungkinkan pelaku UMKM hingga perusahaan besar berkembang bersama. “Jadi kemampuan kita menggerakkan ekonomi teman-teman dari yang UMKM sampai yang menengah, yang besar, itu sangat penting,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Sulawesi Tengah Ir. Gufran Ahmad, ST., MT., IPM menyambut momentum re-opening tersebut sebagai bagian dari penguatan kembali rumah besar dunia usaha di Sulawesi Tengah. Dalam prasasti yang ditandatangani Anindya Bakrie dan Gufran Ahmad, disebutkan gedung Kadin Sulawesi Tengah dibangun pada 2000–2001 pada masa kepemimpinan H. Muhidin M. Said dan direnovasi pada 2026. WAN
