Ia menjelaskan, ketika pemerintah memiliki program, KADIN harus mampu menerjemahkannya menjadi peluang bagi dunia usaha. Demikian pula ketika investor masuk, KADIN harus mampu mempertemukan investor dengan pengusaha lokal yang memiliki kompetensi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Gufran menyebut kolaborasi antara KADIN Sulteng, KADIN Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadi kunci.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anindya Novyan Bakrie beserta jajaran KADIN Indonesia atas dukungan dan ruang kolaborasi yang diberikan kepada KADIN Sulteng.
“Dukungan KADIN Indonesia akan membuka akses yang lebih luas terhadap jejaring nasional, internasional, investasi, teknologi, serta kemitraan dunia usaha,” katanya.
Gufran menegaskan, keberhasilan KADIN Sulteng tidak akan diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan dari dampak nyata terhadap dunia usaha dan masyarakat.
Menurutnya, indikator keberhasilan harus terlihat dari semakin banyaknya peluang usaha, pengusaha lokal yang naik kelas, tenaga kerja yang memperoleh pekerjaan, UMKM yang masuk dalam rantai pasok industri, serta investasi yang memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Prestasi KADIN harus diukur dari berapa banyak peluang usaha yang tercipta, berapa banyak pengusaha lokal yang naik kelas, berapa banyak tenaga kerja yang mendapatkan pekerjaan, berapa banyak UMKM yang masuk menjadi rantai pasok di industri, dan berapa banyak investasi yang memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Dalam kepengurusan baru periode 2026-2031, KADIN Sulteng mengusung semangat keterbukaan dan kolaborasi dengan struktur organisasi yang terdiri atas satu Ketua Umum, lima dimensi bidang utama, 19 Wakil Ketua Umum dan 55 komite. Gufran juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dunia usaha untuk membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui visi program BERANI (Bersama Anwar-Reny).
“Dunia usaha siap menjadi mitra untuk mewujudkannya. Ketika pemerintah membuka peluang, KADIN membantu dunia usaha menatap peluang itu,” katanya.
Menutup sambutannya, Gufran menyerukan agar lima tahun kepengurusan ke depan menjadi momentum membangun KADIN Sulteng yang lebih terbuka, kompetitif, kolaboratif dan berprestasi. “Sulteng adalah negeri yang kaya, Sulteng harus menjadi negeri yang berdaya. Dan kita akan bekerja sama untuk mewujudkannya. KADIN BERANI, Sulteng Nambaso, Dari Kolaborasi Menuju Prestasi,” pungkasnya. WAN
