Sementara itu, pembinaan keagamaan bagi anak binaan dan pegawai beragama Kristen dilaksanakan di ruang pembinaan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan, Jemmy, dengan suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan. Jemmy mengatakan, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak binaan agar memiliki sikap saling menghargai dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman.
“Kami memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mereka semakin memahami pentingnya kasih, toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan tanpa membeda-bedakan,” tutur Jemmy.
Menurutnya, keberagaman agama di LPKA Palu bukan menjadi penghalang dalam membangun kebersamaan, melainkan menjadi kekuatan untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, damai, dan penuh rasa saling menghargai. Pelaksanaan ibadah lintas agama tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen LPKA Palu dalam memenuhi hak anak binaan untuk menjalankan ibadah sekaligus menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual selama menjalani masa pembinaan.
Melalui pembinaan keagamaan yang berjalan beriringan dengan semangat toleransi, LPKA Palu berupaya membentuk anak binaan menjadi pribadi yang lebih baik, berkarakter, serta mampu menghargai keberagaman ketika kembali ke tengah masyarakat.*/YAT
