Materi sosialisasi juga menitikberatkan pada pengenalan dan pencegahan TPPO serta TPPM. Peserta diberikan pemahaman mengenai modus yang kerap digunakan oleh pelaku, seperti tawaran pekerjaan dengan iming-iming penghasilan tinggi, proses perekrutan yang tidak transparan, hingga keberangkatan menggunakan dokumen atau jalur yang tidak sesuai ketentuan. Masyarakat juga didorong untuk tidak mudah menyerahkan dokumen pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan legalitasnya.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman mengenai keimigrasian serta mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan manusia.*/YAT