“Dalam dunia olahraga modern, sport massage memiliki peran penting. Tidak hanya bagi atlet, tetapi juga masyarakat umum. Saat ini aktivitas olahraga semakin berkembang dan masyarakat banyak melakukan kegiatan olahraga, sehingga persoalan seperti cedera juga membutuhkan penanganan melalui sport massage,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Untad Prof. Amar menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut pemecahan rekor MURI menjadi momentum bersejarah sekaligus membanggakan bagi sivitas akademika Untad.

“Alhamdulillah, hari ini merupakan hari yang bersejarah dan membanggakan bagi Universitas Tadulako. Adik-adik mahasiswa kita telah berpartisipasi bersama-sama dalam pemecahan rekor MURI untuk sport massage therapist, yang pertama di Indonesia dengan jumlah 250 terapis,” ujar Prof. Amar.

Ia berharap pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai sebuah rekor, tetapi menjadi momentum bagi Untad untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan kualitas, serta melahirkan berbagai inovasi dalam pengembangan institusi. Prof. Amar juga menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa dan putra-putri daerah untuk berpartisipasi sekaligus mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Ia menyampaikan apresiasi kepada tim MURI, mahasiswa yang terlibat sebagai terapis, serta seluruh sivitas akademika Untad yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Prof. Amar juga menambahkan, pencapaian rekor MURI tersebut menjadi salah satu hadiah bagi Untad dalam momentum Dies Natalis ke-45.

“Ini merupakan hadiah ulang tahun Universitas Tadulako yang ke-45. Semoga mendapatkan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa,” harapnya. ENG