Berbagai program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kompetensi sekaligus membangun fondasi bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Salah satu inisiatif tersebut diwujudkan melalui Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli. Program ini hadir untuk mendorong pelaku UMKM memahami tahapan dan strategi memulai kegiatan ekspor, sekaligus meningkatkan kesiapan produk dan kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar internasional.

Dhanny menjelaskan bahwa Program Pelatihan Ekspor tidak hanya memberikan pemahaman mengenai proses ekspor, tetapi juga membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan yang relevan untuk menghadapi kebutuhan pasar global.

Materi pelatihan mencakup strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk yang sesuai dengan standar internasional.

Sejak dilaksanakan pada 2024, Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli telah memberikan pelatihan kepada 120 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia.

Program ini diharapkan dapat semakin memperkuat kesiapan pelaku usaha dalam melihat peluang pasar internasional dan mendorong produk-produk lokal untuk memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Dhanny menambahkan, pengembangan kapasitas menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan UMKM untuk naik kelas. Karena itu, BRI akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan institusi terkait, agar program pengembangan UMKM dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar. Melalui kolaborasi dan program yang berkelanjutan, BRI berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu tumbuh, naik kelas, dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional,” pungkas Dhanny. RHT