Menjaga Dua Penyangga Utama Ekosistem Pesisir
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 50 bibit mangrove jenis Avicennia atau api-api ditanam di sepanjang kawasan pesisir Mangkasa Point. Jenis mangrove ini dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi pesisir, sistem perakaran yang kuat dalam menahan abrasi, serta berperan penting sebagai habitat berbagai biota laut dan penyerap karbon alami.
Selain itu, dilakukan pula transplantasi sebanyak 200 lamun jenis Enhalus acoroides pada area perairan yang menjadi habitat penting bagi beragam organisme laut. Lamun berfungsi sebagai tempat mencari makan, berlindung, dan berkembang biak bagi berbagai spesies ikan dan biota pesisir. Ekosistem ini juga berkontribusi besar dalam menyerap dan menyimpan karbon biru atau blue carbon.
Penanaman mangrove dan transplantasi lamun dilaksanakan berdasarkan kajian teknis bersama Universitas Hasanuddin guna memastikan kesesuaian lokasi serta meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi ekosistem dalam jangka panjang.
St. Firjatih Widhah dari tim Puslit Sumberdaya Alam LPPM Universitas Hasanuddin yang terlibat dalam program ini menjelaskan bahwa ekosistem lamun masih relatif kurang dikenal dibandingkan ekosistem pesisir lainnya, padahal memiliki peran yang sangat penting bagi lingkungan.
“Secara global, perhatian terhadap konservasi lamun masih relatif rendah. Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa lamun memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar dan berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim. Melalui transplantasi ini, kita tidak hanya menambah luasan lamun, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi komitmen PT Vale yang memberikan perhatian terhadap upaya restorasi lamun sebagai salah satu ekosistem pesisir yang memiliki tingkat keberhasilan rehabilitasi yang menantang.
“Kami mengapresiasi PT Vale yang bersedia mengambil peran dalam restorasi lamun. Upaya ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Setelah melalui pengukuran parameter lingkungan, kami berharap transplantasi lamun di perairan Mangkasa Point ini dapat tumbuh dan berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem pesisir,” katanya.
Antusiasme para relawan terlihat sepanjang kegiatan. Mereka terlibat aktif mulai dari penanaman mangrove dan transplantasi lamun hingga membersihkan kawasan pantai. Keterlibatan tersebut memperlihatkan pentingnya partisipasi masyarakat dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan program konservasi.
Inisiatif di Mangkasa Point melengkapi berbagai program lingkungan yang telah dijalankan PT Vale bersama para pemangku kepentingan di Desa Pasi-Pasi dan wilayah sekitarnya. Selain mendukung rehabilitasi pesisir dan konservasi keanekaragaman hayati, kegiatan ini diharapkan memperluas ruang keterlibatan masyarakat dalam merawat lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PT Vale berharap mangrove dan lamun yang direhabilitasi dapat tumbuh dan menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal. Disertai pemantauan dan kolaborasi lintas pihak, upaya tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pesisir Luwu Timur terhadap perubahan iklim serta meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang. RHT