SULTENG RAYA — Deretan sampah yang berserakan di sepanjang bibir Pantai Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Jumat (28/8/2026), menjadi sasaran ratusan tangan yang bergerak bersama.
Kader Partai Demokrat dan masyarakat turun langsung memungut sampah, membersihkan kawasan pesisir, sekaligus menghidupkan kembali semangat menjaga lingkungan.
Aksi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Parigi Moutong, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat ke-25.
Gerakan lingkungan itu dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia setiap Jumat selama Agustus hingga September 2026.
Lebih dari 100 kader Partai Demokrat bersama masyarakat setempat terlibat dalam aksi membersihkan sampah di sepanjang kawasan Pantai Bantaya. Bukan sekadar membersihkan pantai, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Nur Dg Rahmatu, SE, mengatakan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri merupakan bentuk kepedulian partainya terhadap kondisi lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu dimulai dari program besar. Hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan lingkungan dan menjaga kawasan publik merupakan bagian penting dari tanggung jawab bersama.
“Partai Demokrat ingin selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah mengajak masyarakat agar selalu peduli terhadap lingkungannya,” kata Nur Rahmatu.
Ia menjelaskan, keberadaan Partai Demokrat di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas politik, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Karena itu, aksi bersih-bersih pantai diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka HUT partai. Menurut Nur Rahmatu, kegiatan tersebut harus menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.
“Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga yang merasakan manfaatnya. Karena itu, menjaga kebersihan harus menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah atau kelompok tertentu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan Pantai Bantaya merupakan salah satu ruang publik yang harus dijaga bersama. Kebersihan kawasan pesisir tidak hanya berkaitan dengan keindahan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, kelestarian ekosistem laut dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.
Menurut Abdul Sahid yang juga kader Partai Demokrat, Kabupaten Parigi Moutong memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Daerah ini memiliki garis pantai yang panjang, laut yang luas serta kawasan pesisir yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Potensi tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung sektor perikanan, pariwisata, ekonomi kelautan dan berbagai sektor lainnya. Namun, seluruh potensi tersebut akan sulit memberikan manfaat maksimal apabila tidak diiringi dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan.
“Pantai yang bersih tidak lahir hanya dari kegiatan bersih-bersih, tetapi dari perubahan perilaku,” tegas Abdul Sahid.
Ia menilai, kegiatan bersih-bersih seperti yang dilakukan Partai Demokrat sebagai pemantik kesadaran masyarakat. Namun, keberlanjutan gerakan tersebut sangat bergantung pada perubahan perilaku setelah kegiatan berakhir.
Karenanya, Abdul Sahid mengajak masyarakat membangun kebiasaan sederhana secara konsisten, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menjaga kebersihan drainase dan sungai hingga tidak menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah.
“Kebersihan jangan hanya kita lakukan ketika ada kegiatan. Setelah kegiatan selesai, kebiasaan baik itu harus tetap berjalan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar gerakan menjaga lingkungan dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga, kemudian sekolah, kantor, tempat ibadah, pasar, desa dan kelurahan hingga kawasan pesisir.
Gerakan tersebut kemudian ditutup dengan senam bersama. Kegiatan turut dihadiri Lurah Bantaya beserta perangkatnya, jajaran pengurus DPC Partai Demokrat, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Parigi Moutong, kader partai serta masyarakat setempat. AJI