Karena itu, alat berat terus dikerahkan untuk mempercepat pembersihan, termasuk di ruas Jalan Trans Sulawesi yang sempat lumpuh akibat tertutup material banjir. Rivai menyebut, sekitar 500 meter badan jalan Trans Sulawesi di Desa Avolua sempat tertimbun lumpur dan sedimentasi. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan terjadi kemacetan.
Namun, setelah dilakukan pembersihan, jalur tersebut kini sudah kembali dapat dilalui kendaraan. “Arus lalu lintas sempat macet, sekarang sudah normal kembali, kendaraan sudah bisa melintas. Meski begitu kami mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati, karena jalan masih licin,” jelasnya.
Data sementara BPBD Parigi Moutong mencatat sedikitnya 12 rumah warga mengalami kerusakan dan sekitar 50 rumah terdampak genangan lumpur. Selain itu, satu unit packing house durian turut terdampak. Jalur Trans Sulawesi yang tertutup material sepanjang kurang lebih 500 meter juga menjadi perhatian serius. Sebagai salah satu jalur utama pergerakan masyarakat dan distribusi barang, terganggunya akses tersebut berpotensi menimbulkan dampak lebih luas apabila tidak segera ditangani.
Pemkab Parigi Moutong melalui BPBD bersama TNI, Polri, dan unsur terkait kini memusatkan perhatian pada pemulihan kondisi lingkungan serta memastikan akses masyarakat kembali aman. AJI