SULTENG RAYA-Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu melalui Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) kembali melakukan Monitoring Evaluasi (Monev) pelaksaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 70 Tahun 2026, kali ini dilaksanakan di Kabupaten Parigi.
Pelaksaan Monev kali ini dipimpin langsung Ketua LPPM Unismuh Palu, Dr. Rukhayati, SE., MM didampingi Ketua Panitia KKN Angkatan 70, Moh. Afief Bubayyin, SE., ME dan sejumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) diantaranya Dr. Imam Basofi Usman, SH., MH, Nurmiati, S.Pd., M.Pd, Kuliawati, S.Pd., M.Pd.I, Dr. Abd Rahman, SE., MM dan Awaludin , SE., MM.
Selain itu turut mendampingi Ketua Pengelolah Kampus III Unismuh Palu Parigi Drs. Hamja Dg Majaja. MM dan Kepala SMK Muhammadiyah Parigi, Resminto, S.Pd.
Di kabupaten ini terdapat 10 posko tersebar di beberapa kecamatan masing-masing Posko Kampus III Unismuh Palu Parigi, Sakina Jaya, Toboli, Avolua, Toboli Barat, Pangi, Tandaigi, Toraranga, Siniu, dan Toera.
Ketua LPPM Unismuh Palu, Dr. Rukhayati saat membuka monev tersebut menyampaikan salam dari Rektor Unismuh Palu Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM yang tidak berkesempatan hadir karena ada agenda yang tidak kalah penting yang harus diikuti oleh rektor.
“Salam dari Pak Rektor yang tidak berkesempatan membersamai kita semua kali ini, sebenarnya Pak Rektor ingin sekali membersamai kita di sini, namun ada agenda yang tidak kalah pentingnya yang mengharuskan beliau hadir di kegiatan itu, sehingga belum sempat membersamai kita kali ini, semoga agenda berikutnya beliau bisa membersamai kita lagi,”urai Rukhayati.
Ia juga mengingatkan kepada peserta KKN, sebagaimana saat pembekalan telah disampaikan jika realisasi program kerja saat pelaksaan monev itu minimal telah terealisasi 50 persen. “Monev minimal 50 persen capaian, sebagaimana disampaikan saat pembekalan. Dan saat seminar akhir dan penarikan sudah 100 persen. Jangan meninggalkan utang program kerja,”ujar Rukhayati.
Sementara itu, Ketua Pengelolah Kampus III Unismuh Palu Parigi Hamja Dg Majaja menyampaikan rasa syukur dengan adanya pelaksaan KKN, karena melalui program itu ada potensi perubahan kondisi sosial masyarakat sebagaimana peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Katanya, mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tenaga, pengetahuan, dan pemikiran kritis untuk mendorong perbaikan di tengah masyarakat.
Di tempat tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Parigi ini juga mengusulkan Desa Sakinah Jaya dapat dijadikan sebagai desa binaan Universitas Muhammadiyah Palu, dengan pertimbangan di desa itu terdapat potensi wisata yang sangat menjanjikan jika terkelolah dengan baik karena memiliki Air Terjun, selain itu juga terdapat perkebunan Milik Perserikatan Muhammadiyah.
Keduanya dinilai dapat dijadikan sebagai tempat riset dan pengabdian. “Di sana ada potensi wisata berupa air terjun, serta di sana ada perkebunan milik Muhammadiyah,”ujarnya.
Sebagaimana biasanya saat pelaksanaan monev, masing-masing perwakilan posko menyampaikan pemaparan realisasi pelaksaan setiap item program kerja, dalam pemaparan tersebut telah tergambarkan jika program kerja masing-masing posko telah mencapai diatas 50 persen.
Hanya saja masih terdapat sejumlah catatan yang disampaikan oleh Tim Monev yang harus ditindaklanjuti oleh setiap posko dengan memanfaatkan sisa waktu yang ada.
Afief selaku Ketua Panitia KKN Angkatan 70 Tahun 2026 menekankan penambahan program non fisik pada setiap posko seperti pembuatan briket, dompet digital atau qris pada pengelolah UMKM serta pemberdaaan masyarakat berkaitan dengan kearifan lokal dengan sasaran masyarakat.
Sementara itu, salah satu DPL Rahman juga menyarakan kepada mahasiswa KKN agar ikut pembantu pendataan aset Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Parigi.
“Silahkan bangun koordinasi dengan PDM dan PDA Parigi, karena saat ini ada pendaatan aset, sekaligus ikut serta pengajian sebagai program AIK,”pesannya. ENG