Sementara itu, Prof Agus menyampaikan dalam membenahi kampus tidak ada yang instan, semuanya membutuhkan kesabaran dan proses yang panjang, serta terpenting para pimpinannya tidak bisa fobia dengan kritikan dari dalam maupun dari luar kampus. Selain itu kerjasama harus terbangun, tidak bisa semuanya diserahkan kepada pimpinan. “Jadi mimpi kita tuh bukan hanya mimpi dari pimpinan, mimpi semua elemen,”tegasnya.

Termasuk katanya dalam hal mimpi menjadi kampus unggul, akrediatsi unggul. Semua harus ikut berpartisipasi, karena yang paling banyak mempengaruhi minat mahasiswa adalah akreditasi.

Hal itu kata Prof Agus disebabkan karena orentasi lulusan itu ingin menjadi PNS, sementara PNS masih melihat status akreditasi. “Selama masih masyarakat kita berpikir bahwa menjadi PNS, ya berarti akreditasi masih menjadi patokan mereka,”sebut Prof Agus.

Untuk itu Ia mendorong agar Unismuh Palu fokus kepada penguatan akreditasi dan penguatan mutu, termasuk dalam hal peningkatan jabatan fungsional. ENG