“Saya kasih tiga tips untuk sukses. Pertama, jangan pernah kena matahari, artinya bekerja pagi-pagi dan pulang setelah matahari tenggelam. Kedua, kerja keras dan kerja cerdas. Ketiga, jangan pernah menggores hati ibu dan bapak,” tuturnya.

Amran juga membagikan kisah perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana. Ia mengaku memiliki tekad kuat untuk mengubah nasib melalui pendidikan, kerja keras dan komitmen.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya meniti berbagai profesi, mulai dari menjadi akademisi dan pengusaha hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Kisah tersebut, kata Amran, menjadi bukti bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan selama seseorang memiliki kemauan kuat untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah.

Pada kesempatan itu, sejumlah wisudawan Untad juga mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pertanian. Tidak hanya menerima hadiah berupa uang tunai, salah seorang wisudawan bahkan memperoleh bantuan berupa traktor setelah menyampaikan cita-citanya untuk menjadi petani dan mengembangkan pertanian di kampung halamannya.

Pemberian tersebut disambut antusias oleh para wisudawan dan peserta yang hadir dalam prosesi Wisuda ke-138 Universitas Tadulako.

Melalui orasi ilmiah tersebut, Amran berharap para lulusan Untad tidak berhenti pada pencapaian memperoleh gelar sarjana. Ia mendorong mereka untuk terus berkarya, berinovasi dan mengambil peran dalam menciptakan peluang ekonomi, khususnya dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Indonesia.

“Jangan takut memulai, jangan malas dan jangan berhenti berusaha. Ubah pola pikir, bekerja keras, bekerja cerdas dan jangan pernah berhenti berdoa. Kesuksesan itu harus diperjuangkan,” tegasnya.

Amran menutup kunjungannya di Untad dengan melakukan penanaman pohon di depan Rektorat didampingi Kapolda Sulteng Irjen. Pol. Nasri Sulaeman, S.I.K., M.H dan Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar serta Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT. ENG