SULTENG RAYA – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengajak para alumni Universitas Tadulako (Untad) untuk mengubah pola pikir dari sarjana pencari kerja menjadi sarjana yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Pesan tersebut disampaikan Amran Sulaiman saat membawakan orasi ilmiah pada Wisuda ke-138 Universitas Tadulako yang berlangsung di Auditorium Untad, Kamis (20/8/2026).
Di hadapan para wisudawan, Amran menggarisbawahi bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh asal kampus, latar belakang keluarga maupun kelompok tertentu. Menurutnya, masa depan dan kesuksesan seseorang sangat bergantung pada kemauan untuk berusaha dan mengubah nasibnya sendiri.
“Sukses tidak mengenal kampus, tidak mengenal kelompok, dan tidak melihat orang tua kita dari mana. Sukses itu ada di tangan kita sendiri. Tetapi ingat, Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum apabila kaum itu tidak berusaha mengubah dirinya sendiri,” ujar Amran.
Ia mengatakan, banyak orang sukses di dunia yang berasal dari latar belakang sederhana dan bahkan tidak menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Namun, dengan kerja keras, ketekunan dan fokus terhadap tujuan, mereka mampu mengubah kehidupan dan menjadi tokoh sukses.
Karena itu, Amran meminta para lulusan Untad untuk tidak hanya menggantungkan harapan pada ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi berani membangun usaha dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Ubah mindset. Jangan menjadi sarjana pencari kerja, tetapi jadilah sarjana pencipta lapangan kerja,” tegasnya.
Menurut Amran, Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar dan tanah yang subur. Potensi tersebut, kata dia, harus mampu dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Indonesia ini subur. Orang dari luar negeri datang, bekerja di negeri kita dan bisa menjadi kaya. Masa kita sebagai pemilik negeri ini tidak bisa maju dan sejahtera. Karena itu, jangan malas bekerja. Harus rajin, bekerja keras dan perbanyak doa,” katanya.
Menteri Pertanian itu kembali mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir. Menurutnya, kesuksesan berawal dari cara seseorang memandang dirinya dan masa depannya.
“Pikiran itu melahirkan perasaan, perasaan melahirkan kinerja, dan kinerja melahirkan kesuksesan. Tetapi semuanya harus melalui proses. Tidak ada kesuksesan yang datang secara instan,” ujarnya.
Dalam orasinya, Amran juga membagikan tiga kiat yang menurutnya penting untuk meraih kesuksesan. Pertama, ia mendorong para lulusan agar memiliki etos kerja tinggi dengan memulai aktivitas sejak pagi dan menyelesaikan pekerjaan setelah melalui perjuangan maksimal.
Kedua, ia menekankan pentingnya memadukan kerja keras dengan kerja cerdas. Sementara yang ketiga, ia mengingatkan para wisudawan agar tidak pernah melukai hati kedua orang tua.