“Meski faktanya masih banyak pengelolaan gunung belum baik, namun jumlah pengunjung yang ramai dapat membawa dampak ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat sekitar area pendakian,”jelasnya.
Dia mencontohkan, kejadian pendaki yang hilang di Gunung Nokilalaki, itu karena pendaki mengabaikan faktor keselamatan dan terkesan menganggap enteng gunung.
Sementara, Wahyuddin salah satu member Pendaki Indonesia (#PI) Palu mengatakan, sampah di gunung merupakan salah satu masalah yang hingga saat ini belum selesai bahkan sepertinya semakin sulit diatasi, meski aksi bersih kerap dilaksanakan, namun hal itu belum memberikan dampak, karena yang dibutuhkan adalah kesadaran para pendaki itu sendiri.
“Dulu kita hanya mendengar gunung Jawa penuh sampah, sekarang ini, kita tidak perlu jauh-jauh, kita lihat saja vulu-vulu (gunung) yang tidak jauh dari Kota Palu, hampir semua penuh sampah,”ungkap Agus, sapaan akrabnya.
Ketua panitia, Bayu mengatakan, peringatan HUT Republik Indonesia di Lembah Napu, diinisiasi oleh #PI Palu, yang merupakan ajang mempererat silaturahmi sesama peggiat alam, yang berlangsung mulai 15-17 Agustus 2026, dengan konsep kemah bersama. AMR