Pemda Morowali Utara juga telah meminta kepada manajemen PT GNI maupun PT NNI agar para pekerja yang terkena PHK mendapat prioritas apabila perusahaan kembali beroperasi secara normal.
Menurut Delis, pekerja yang sebelumnya telah bekerja di perusahaan tersebut harus menjadi pilihan pertama ketika perusahaan kembali membuka lowongan. “Kami meminta kepada pihak perusahaan bahwa ketika nanti perusahaan bisa beroperasi lagi secara normal, merekalah yang mendapat prioritas pertama untuk dapat bekerja kembali di perusahaan tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, penerimaan tenaga kerja baru dapat dilakukan apabila pekerja lama tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. “Kalau misalnya kualifikasinya ternyata tidak memenuhi dengan kebutuhan yang baru, mereka boleh membuka kesempatan yang baru. Tetapi karyawan-karyawan yang sudah di-PHK ini ketika mau bekerja kembali nantinya, ketika perusahaan sudah normal, mereka mendapat prioritas pertama,” jelasnya.
PT NNI Dinilai Lebih Stabil
Delis juga menjelaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya terjadi di PT GNI. PT Nadesico Nickel Industry (NNI) juga telah melakukan pengurangan karyawan secara bertahap. Namun, ia menilai kondisi operasional PT NNI saat ini relatif lebih sehat dan stabil dibandingkan PT GNI. “Di PT NNI juga ada pengurangan karyawan yang telah dilakukan secara bertahap, tapi secara operasional perusahaan PT NNI jauh lebih sehat dan lebih stabil pada saat ini,” ujarnya.
Dengan demikian, PT GNI menjadi perusahaan di kawasan industri Morowali Utara yang saat ini menghadapi persoalan paling besar.
Pemda Kejar Investasi Baru
Selain mengawal persoalan PT GNI dan NNI, Pemkab Morowali Utara juga terus berupaya menarik investasi baru ke daerah tersebut. Delis mengatakan pemerintah daerah berusaha melakukan pendekatan kepada calon investor, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan baru untuk berinvestasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat yang terdampak PHK. “Kami terus berupaya menarik investasi masuk ke Morowali Utara supaya investasi ini berkembang. Perusahaan-perusahaan yang tadinya belum berniat berinvestasi kami mencoba melakukan lobi dan pendekatan, menciptakan suasana yang kondusif sehingga mereka mau berinvestasi,” katanya.
Menurut Delis, masuknya investasi baru akan memberikan peluang kerja bagi masyarakat, termasuk para pekerja yang terdampak PHK. “Tujuannya supaya terbuka lapangan pekerjaan yang baru, yang akhirnya nanti anak-anak kita, saudara-saudara kita yang tadinya menjadi korban PHK bisa mendapatkan pekerjaan yang baru,” pungkasnya. VAN