Perkembangan teknologi, kata Prof Amar, telah mengubah pola transaksi, bisnis, pekerjaan, hingga akses terhadap layanan keuangan. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu memanfaatkannya secara produktif.
Literasi digital, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan literasi ekonomi. Hal tersebut penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan ekonomi secara cerdas dan bertanggung jawab.
Untad sendiri terus mendorong pengembangan kewirausahaan mahasiswa dan UMKM sebagai bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi kampus. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Amar kemudian mengaitkan peran mahasiswa dengan cita-cita mewujudkan Generasi Emas 2045. Mahasiswa sebagai calon sumber daya manusia masa depan harus mempersiapkan diri dengan kompetensi, integritas, kemampuan berinovasi, dan kemampuan berkolaborasi.
Menurutnya, keberhasilan ekonomi tidak semata-mata diukur dari pencapaian pribadi. Kecerdasan ekonomi harus berjalan seiring dengan integritas dan kepedulian terhadap masyarakat. “Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang sukses secara ekonomi, tetapi menjadi insan yang mampu memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” pesannya.
Melalui Bank Indonesia Mengajar 2026, Amar berharap mahasiswa memperoleh inspirasi, perspektif baru, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebijakan ekonomi dan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi awal penguatan kerja sama Untad dan Bank Indonesia dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat hingga pengembangan sumber daya manusia, literasi ekonomi dan keuangan, serta inovasi digital. “Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Bank Indonesia dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi ekonomi yang memiliki wawasan luas, kompetensi, dan integritas,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Prof Amar mengajak mahasiswa menjadikan Bank Indonesia Mengajar sebagai ruang untuk terus belajar dari kebijakan ekonomi hari ini, membaca perubahan yang akan datang, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin ekonomi Indonesia di masa depan.*