SULTENG RAYA  – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperluas pemanfaatan LPG Non-Subsidi melalui peluncuran program Bright Gas untuk Petani di Kabupaten Gowa. Program ini menghadirkan alternatif energi bagi petani yang menggunakan mesin pompa air untuk mendukung pengairan persawahan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah lahan pertanian.

Kegiatan launching yang berlangsung pada Rabu (12/8) dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo, Sekretaris DPD Hiswana Migas Sulawesi, Rudi Sampara, serta kelompok tani dari Dusun Bilonga, Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Melalui program Bright Gas untuk Petani, Pertamina menyiapkan LPG Non-Subsidi sebagai sumber energi untuk operasional mesin pompa air irigasi. Program ini sekaligus memberikan akses harga khusus bagi petani sehingga penggunaan Bright Gas dapat menjadi pilihan yang lebih mudah dijangkau untuk mendukung kebutuhan energi di sektor pertanian.

Pada tahap awal, petani dapat memperoleh Bright Gas 5,5 kg melalui skema harga khusus. Sebanyak 100 refill pertama ditawarkan dengan harga Rp60.000 per tabung, 100 refill berikutnya Rp80.000 per tabung, dan 100 refill selanjutnya Rp90.000 per tabung dari harga normal Rp110.000 per refill.

Pertamina juga menghadirkan program Trade In Gratis, yaitu penukaran dua tabung LPG 3 kg dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kg. Dalam program tersebut, petani hanya membayar biaya isi ulang Bright Gas.

Program Bright Gas untuk Petani dirancang untuk mendukung kebutuhan energi dalam kegiatan pertanian sekaligus mendorong penggunaan LPG sesuai peruntukannya. Berdasarkan ketentuan pemerintah, terdapat kelompok petani yang tidak termasuk dalam kategori penerima LPG 3 kg sehingga membutuhkan pilihan energi LPG Non-Subsidi untuk menunjang kegiatan usaha mereka.

Selain menyediakan alternatif energi, Pertamina secara bertahap membangun jaringan outlet Bright Gas yang dapat menjadi titik akses LPG Non-Subsidi bagi petani. Penguatan jaringan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi untuk pompa air, terutama ketika memasuki musim tanam dan periode dengan kebutuhan pengairan yang lebih tinggi.